Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Melipir ke Pesisir Selatan: Painan - (Onde) Mandeh

“Besok ke Painan, mau join?”
Gue yang mulai kepo sama Sumatera Barat pasti nggak bisa menolak ajakan seperti ini. Kapan lagi? Ternyata temen di kos sebelah mau jalan nemenin temennya yang kebetulan lagi dinas di Padang. Lumayan nih, nambah perbendaharaan tempat menarik di Sumatera Barat bonus dapat teman baru.
Pagi banget kita udah meluncur. Maklum, jarak tempuh Padang-Painan bisa sampai 3 jam-an. Setelah cari sarapan di pasar, melipirlah ke pantai Carocok Painan. Sebenarnya yang menarik di sini adalah dermaganya dan Pulau Cingkuak yang terletak di seberangnya. Tapi mumpung

Why do I travel?

Belakangan gue sering kepikiran soal perjalanan dan kepenulisan. Dua hal yang udah jadi passion gue sampai sekarang. Entah mungkin gue lagi kangen jalan-jalan atau ini efek kebanyakan tidur selama libur semesteran kemarin.
Jadi gue kepikiran, sebenarnya apa yang gue cari dari perjalanan-perjalanan yang gue lakukan selama ini?
pada perjalanan...
aku menemukan diriku aku mengenali diriku aku menjadi diriku


Tahun 2011 gue mulai aktif nge-blog. Hal yang waktu itu bikin semangat nulis adalah status gue sebagai mahasiswa semester akhir pada program diploma yang gue ambil. Waktu itu gue

Sebuah Catatan Perjalanan Random: sekitar Bukittinggi

Memasuki minggu keempat gue tinggal di Padang, salah seorang kawan datang berkunjung ke Padang. Sebenarnya gue bingung. Baru juga tiga minggu di Padang, apa yang bisa gue kasih lihat ke dia yang sudah jauh-jauh datang? Referensi gue baru Suwarnadwipa Haha
Pas ngobrol ngerencanain kunjungannya itu, barulah dia bilang kalau pengen mengunjungi Bukittinggi. Itung-itung survei lokasi katanya. Minggu depan mau menemani atasan keliling Riau-Sumbar. Pas banget, gue belum pernah ke Bukittinggi.
Gue pun langsung heboh nyari rental mobil dan reservasi penginapan. Karena cukup dadakan, nyari penginapan susahnya minta ampun cuy! Gue sampai bikin daftar nama dan kontak penginapan sekitar Bukittinggi. Gue telponin lah satu-satu dan setelah seharian gue ditolakin pihak penginapan karena sudah fully booked, akhirnya gue

jalan jalan pertama: Suwarnadwipa

Nggak berasa, udah 7 bulan aja gue tinggal di Padang. Rasanya, udah kayak rumah sendiri, meskipun gue sadar –dan kadang masih suka mengeluh, atas keterbatasan yang ada di sini. Beberapa temen yang gue ceritain tentang kehidupan gue di Padang rata-rata ekspresinya sama,”Serius? Masa nggak ada? Kan padahal ibu kota provinsi ya?”.

Padang memang belum semaju Medan atau Palembang sebagai ibukota provinsi. Gue pribadi sih kadang kesusahan nyari item tertentu yang dulu sewaktu di Jakarta gue tinggal ke minimarket atau ke mal yang kayak-kayak semuanya ada. Kalau nggak gitu, buat ngedapetin barang A gue harus ke toko X, buat dapetin barang B gue harus ke toko Y, jadi kayak nyebar ke mana-mana gitu, belum nemu satu tempat yang bener-bener serba ada dengan ragam barangnya yang lengkap. Tapi ini bagus sih sebenernya, jadi kan guenya nggak main ke mal mulu hehe Malah bikin gue jadi banyak bersosialisasi karena harus nanya orang lokal dulu kalau mau ini itu. Secara minim info yang bisa kita dapet …

a whole new world - PADANG!

Hello! Kali ini gue mau share tentang bagaimana gue memulai hidup baru di Padang, Sumatera Barat, sebagai mahasiswa ala ala haha. Secara lagi musim penerimaan mahasiswa baru, yang pastinya bakal banyak putra putri daerah yang dateng ke kota Padang buat ngelanjutin kuliah. Ya gue juga pemain baru di sini, tapi setidaknya gue menang karena udah ngalamin lebih dulu hehe.


Jadi, ceritanya kan gue awalnya domisili di Jakarta. Alhamdulillah dapat kesempatan buat lanjut studi di Universitas Andalas, salah satu perguruan tinggi negeri kenamaan di Bumi Minang ini. Seneng banget dong bakal punya rutinitas baru, tempat baru, dan pengalaman baru. It’s such a whole new world! Lebih-lebih kalo kita baru lulus SMA gitu kan yang apa-apa kita bisa asal ngikut temen, kalo udah kuliah gini kan kita harus bisa lebih mandiri, bertanggung jawab atas diri sendiri –ini catetan buat gue sendiri juga sih.
Okay, sebelumnya gue ikut ujian seleksi masuk langsung di Padang. It was my very first time to be here. Awal…

Danau Bersejarah di Puncak Parapat

HORAS! Pekik semangat orang Sumatera Utara. Nah, kalau jalan-jalan ke Sumatera Utara wajib banget berkunjung ke Parapat. Ada apa di Parapat? Parapat merupakan nama sebuah kelurahan berada di tepian danau bersejarah yang melegenda dan dikenal dengan nama Danau Toba. Parapat menjadi salah satu akses utama menuju Danau Toba. Nah, kalau udah sebut Danau Toba kebayang dong bagaimana keindahan alam yang ditawarkan?
Terdapat banyak media yang menyediakan informasi mengenai Wisata Danau Toba, salah satunya kita bisa memperolah informasi yang ringkas, jelas, dan lengkap dengan satu langkah mudah, tinggal klik website Traveloka, lalu masukkan kata kuncinya: ‘Danau Toba’.
Danau Toba terbentuk akibat letusan dari Gunung Toba dan merupakan letusan vulkanik terbesar yang pernah ada. Atau sering kita dengar tentang cerita rakyat tentang sebuah keluarga siluman ikan hingga terbentuklah Danau Toba.