Skip to main content

Posts

Seperti Bintang: Ada, Meski Tak (Selalu) Terlihat

“ Aku menikah tahun depan. ” Bagaimana perasaanmu mendengar kalimat itu terlontar dari mulut sahabatmu? Aku tersenyum dan membelalakkan mata. Bagiku, ini adalah salah satu berita yang menggembirakan. Meski sebenarnya bukan hal yang mengejutkan karena aku pun telah lama menantikannya. Dalam hati ingin ku teriakkan ‘AKHIRNYAAA’, tapi aku tahu suaranya bergetar saat mengungkapkan hal itu. Ku tahan euforia di dada, ku pasang telinga bersiap untuk mendengarkan apa yang mungkin menjadi kegusarannya. “Aku mau puas-puasin jalan-jalan dulu. Mungkin ini tahun terakhirku”, katanya melanjutkan. Raut mukanya menunjukkan kekhawatiran seolah menikah menjadi akhir karirnya jalan-jalan. # Perkenalkan, Sadam Febriansyah, sahabatku. Kami saling mengenal sejak taman kanak-kanak dan tinggal di satu lingkungan yang sama. Pertemanan kami semakin dekat ketika kami masuk ke sekolah dasar. Satu sama lain cukup kompetitif memperebutkan juara kelas, tetapi aku yang menang kami bersain
Recent posts

WHAT TO DO IN BANGKOK?

Are there any activities we can do in Bangkok other than shopping? Here Four interesting activities to enjoy the coexistence of tradition and modernity in Bangkok . 1.        Boat-sightseeing along the Chao Phraya river Bangkok transforms into a cosmopolitan city with sophisticated public transportation systems such as the uplifted Skytrain and the underground MRT. However, since the great Chao Phraya river flows through the city, people still use the boat to travel around. The boat ride would be interesting that we can see beautiful temples or even the biggest shopping mall by the river. So, w hat are you waiting for? Let's j oin Chao Phraya boat tour for sightseeing along the river.   2.        Jogging at Lumpini Park The government provides several green areas for public among the concrete jungle of Bangkok. One of them is Lumphini Park. There is a running track around this spacious park with the trees and artificial yet lovely lakes. No wonder, many people

Bro (Travel)Mate

Salah satu ‘ partner in crime ’ ku telah memulai fase kehidupan baru: Menikah. Ku turut bahagia dan ingin memberikan sebuah ‘kado kecil’ ini untuknya. Sekilas cerita kami dalam banyak kesempatan melakukan perjalanan bersama. Awalnya aku join kompetisi menulis cerita bertema travelmates pada tahun 2014. Dua puluh naskah terpilih akan dibukukan. Aku senang sekali ketika menerima email dari penyelenggaranya bahwa ceritaku terpilih. Belum berkesempatan punya buku sendiri, setidaknya ini bisa menjadi salah satu cara agar karyaku bisa dinikmati lebih banyak orang. Apalagi kalau teman seperjalananku juga membacanya. Dia yang menjadi objek cerita, ku harap bisa menjadi sebuah persembahan untuknya. Karena satu dan lain hal, buku kumpulan cerita itu belum menemukan takdir penerbitannya. Jadi, cerita ini belum sempat dibacanya. Ku ingin (sekali lagi) mencoba untuk menyampaikan ini padanya. Jadilah ku sunting naskahnya dan ku unggah di laman blog pribadiku ini. Here we go…

(alasan tersembunyi) Mendaki Gunung Semeru 3.676 mdpl

Pernah nggak sih kelupaan sama hari ulang tahun sendiri? Kemungkinan itu tergantung bagaimana setiap orang menyikapi atau memaknai hari ulang tahunnya. Bagi sebagian orang, hari ulang tahun merupakan momen spesial yang paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun. Bagi gue, hari ulang tahun sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri, apa yang udah gue jalani selama ini dan apa yang perlu gue lakukan untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi ke depannya. Umur mungkin hanya sebuah angka, tapi introspeksi dan perbaikan diri nggak harus nunggu ulang tahun dong. Gue pun jadi berpikir, bagaimana kalau gue (pura-pura) lupa sama ulang tahun sendiri, apakah gue bakal tetap berkontemplasi atas diri atau hanya akan menjalani hari tanpa hal berarti? “ Eh, mau ikut naik Semeru nggak? ”, ajakan yang menarik dari seorang kawan. “ Kapan? Berapa lama? ”, gue balik tanya. “ Seminggu setelah lebaran kita berangkat, empat hari tiga malam ”, deg! Wah, ngelewatin hari ulang tahun gue